Puluhan tahun sudah
Para Guru berjuang ‘tuk melawan kebodohan
Langkah ini sebegai penyempurna syarat
Mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan
Membangun negara republik ini tidak mudah
Masing-masing masyarakatnya harus punya niat membangun negara
Biar sekecil apapun kemampuanya
Para guru membimbing, mengajar anak didik di sekolah supaya pintar
Begitulah selalu dari tahun ke tahun
Tetap terpaku dalam sumpah sejati
Sebagai ujung tombak pencerdas bangsa
Hidup sederhana sudah biasa
Guru, dari jaman dahulu tidak pernah kaya!
Itu dulu..
Tapi mulai hari ini, dalam peringatan hari Guru
Kita harus mengubah pola pikir
Menatap masa depan dengan pasti
Guru bisa kaya karena Guru kreatif!
Guru bisa kaya karena Guru inovatif!
Guru bisa kaya karena Guru imajinatif!
Guru bukan pedagang tetapi bisa menghasilkan uang. Caranya?
Buka ilmu pengetahuan dan keimanan
Sehingga tumbuh kemauan yang tidak dipaksakan.
Selamat hari Guru..
By: Memi Asmaya, S.Pd
Minggu, 23 November 2008
Selasa, 04 November 2008
Rabu, 29 Oktober 2008
FUNDAMENTAL WEBSITE DESIGNER JOOMLA, LINUX DASAR&OPEN OFFICE DINAS PENDIDIKAN KOTA CIMAHI

Akhirnya pelatihan selama 3 (tiga) hari yang berlangsung di Teknik Fisika,Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berakhir, awalnya saya mengira pelatihan akan berlangsung selama 4 (empat) hari, Mungkin karena pelatihan yang berlangsung dengan "serius tapi santai" yang membuat saya dan (mungkin) kawan-kawan dari SD lain yang merasa masih betah. Sungguh suatu kegiatan yang sangat bermanfaat sekaligus menyenangkan. Dilandasi oleh semangat menjadi yang pertama, maka pelatihan Linux yang digagas oleh Pemerintah Kota Cimahi berjalan dengan sukses. (by yusup nurhadi)
Rabu, 22 Oktober 2008
Gaji Guru Naik 100 Persen
* Anggaran Disahkan 28 Oktober, Ketentuan Berlaku Mulai 2009
JAKARTA, TRIBUN - Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat Panitia Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan gaji guru pada 2009 hingga 100 persen. Bila pendapatan mereka tahun ini maksimal 2,4 juta (gol IV/E bersertifikat), maka 2009 bakal mendapatkan gaji sebesar Rp 5,4 juta.
Belum lagi tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah terpencil (gurdacil) yang diperkirakan sebesar Rp 5,1 juta. Jadi, per bulannya mereka bakal mendapat gaji di atas Rp 10 juta, kalau tunjangan gurdacilnya juga disetujui.
"Untuk tunjangan khusus gurdacil hingga kini besarannya masih diperdebatkan, tetapi usulannya tetap akan dinaikkan yaitu bagi guru di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, Maluku dan Kalimantan," kata anggota panitia kerja asal PDIP Rudianto Tjen kepada PersdaNetwork di Jakarta, Senin (20/10).
Lebih jauh, jelas anggota DPR asal Bangka Belitung ini, untuk gurdacil, bila pada 2008 ini kuotanya hanya untuk 20.000 orang gaji, pada 2009 mendatang akan ditambah 10.000 lagi hingga menjadi 30.000 orang guru.
Kenaikan gaji guru ini telah disepakati semua anggota Panja Belanja Pusat Panitia Anggaran DPR. Konsekuensi kesepakatan itu gaji terendah guru pegawai negeri sipil (PNS) golongan II/B tidak bersertifikat (0 tahun) yang tadinya mendapat gaji sebesar Rp 1,55 juta, akan memperoleh gaji Rp 2,07 juta.
Sedangkan gaji untuk guru PNS tertinggi dengan golongan IV/E bersertifikat (0 tahun) yang saat ini digaji Rp 2,43 juta melonjak jadi Rp 5,42 juta. Perubahan pendapatan juga bakal dialami oleh guru tetap non PNS.
Bila pengajar PNS mendapatkan kenaikan gaji, maka tunjangan fungsional guru tetap non PNS akan naik, untuk yang non S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250.000, sedangkan yang S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300.000.
Untuk dosen PNS golongan III/B belum bersertifikat (0 tahun) yang tahun ini gajinya Rp 1,8 juta akan naik menjadi Rp 2,26 juta per bulan. Sedangkan untuk tingkat guru besar, gajinya bakal melonjak besar dari Rp 5,12 juta menjadi Rp 13,53 juta per bulan.
"Gaji tersebut sudah termasuk seluruh pendapatan per bulan (take home pay/THP)," ujar Rudianto.
Anggota Komisi X (bidang pendidikan) asal PAN Yasin Kara menyatakan kenaikan gaji guru ini sebenarnya sudah diusulkan selama empat tahun berturut-turut.
"Kita sudah mengusulkan sejak 2005 lalu, baru tahun depan dinaikkan. Apakah ini karena akan ada Pemilu atau tidak, yang penting perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru bisa terlaksana," kata Yasin.
Menurutnya, untuk gaji 2009 ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp 50 triliun. Anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Undang-Undang APBN 2009 yang rencananya disahkan dalam rapat paripurna DPR tanggal 28 Oktober.
Selain itu, Sekretaris Fraksi PAN ini juga menandaskan, pemerintah harus terus meningkatkan jumlah guru yang bersertifikat. Guru nantinya akan disertifikasi agar memenuhi standar mutu pendidikan nasional.
Saat ini, dari 2,7 juta guru yang ada di Indonesia, baru 300.000 orang saja yang tersertifikasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, jelasnya, tahun 2009 ditargetkan jumlah guru yang tersertifikasi berjumlah satu juta orang guru.(PersdaNetwork/ewa)
JAKARTA, TRIBUN - Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat Panitia Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan gaji guru pada 2009 hingga 100 persen. Bila pendapatan mereka tahun ini maksimal 2,4 juta (gol IV/E bersertifikat), maka 2009 bakal mendapatkan gaji sebesar Rp 5,4 juta.
Belum lagi tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah terpencil (gurdacil) yang diperkirakan sebesar Rp 5,1 juta. Jadi, per bulannya mereka bakal mendapat gaji di atas Rp 10 juta, kalau tunjangan gurdacilnya juga disetujui.
"Untuk tunjangan khusus gurdacil hingga kini besarannya masih diperdebatkan, tetapi usulannya tetap akan dinaikkan yaitu bagi guru di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, Maluku dan Kalimantan," kata anggota panitia kerja asal PDIP Rudianto Tjen kepada PersdaNetwork di Jakarta, Senin (20/10).
Lebih jauh, jelas anggota DPR asal Bangka Belitung ini, untuk gurdacil, bila pada 2008 ini kuotanya hanya untuk 20.000 orang gaji, pada 2009 mendatang akan ditambah 10.000 lagi hingga menjadi 30.000 orang guru.
Kenaikan gaji guru ini telah disepakati semua anggota Panja Belanja Pusat Panitia Anggaran DPR. Konsekuensi kesepakatan itu gaji terendah guru pegawai negeri sipil (PNS) golongan II/B tidak bersertifikat (0 tahun) yang tadinya mendapat gaji sebesar Rp 1,55 juta, akan memperoleh gaji Rp 2,07 juta.
Sedangkan gaji untuk guru PNS tertinggi dengan golongan IV/E bersertifikat (0 tahun) yang saat ini digaji Rp 2,43 juta melonjak jadi Rp 5,42 juta. Perubahan pendapatan juga bakal dialami oleh guru tetap non PNS.
Bila pengajar PNS mendapatkan kenaikan gaji, maka tunjangan fungsional guru tetap non PNS akan naik, untuk yang non S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250.000, sedangkan yang S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300.000.
Untuk dosen PNS golongan III/B belum bersertifikat (0 tahun) yang tahun ini gajinya Rp 1,8 juta akan naik menjadi Rp 2,26 juta per bulan. Sedangkan untuk tingkat guru besar, gajinya bakal melonjak besar dari Rp 5,12 juta menjadi Rp 13,53 juta per bulan.
"Gaji tersebut sudah termasuk seluruh pendapatan per bulan (take home pay/THP)," ujar Rudianto.
Anggota Komisi X (bidang pendidikan) asal PAN Yasin Kara menyatakan kenaikan gaji guru ini sebenarnya sudah diusulkan selama empat tahun berturut-turut.
"Kita sudah mengusulkan sejak 2005 lalu, baru tahun depan dinaikkan. Apakah ini karena akan ada Pemilu atau tidak, yang penting perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru bisa terlaksana," kata Yasin.
Menurutnya, untuk gaji 2009 ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp 50 triliun. Anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Undang-Undang APBN 2009 yang rencananya disahkan dalam rapat paripurna DPR tanggal 28 Oktober.
Selain itu, Sekretaris Fraksi PAN ini juga menandaskan, pemerintah harus terus meningkatkan jumlah guru yang bersertifikat. Guru nantinya akan disertifikasi agar memenuhi standar mutu pendidikan nasional.
Saat ini, dari 2,7 juta guru yang ada di Indonesia, baru 300.000 orang saja yang tersertifikasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, jelasnya, tahun 2009 ditargetkan jumlah guru yang tersertifikasi berjumlah satu juta orang guru.(PersdaNetwork/ewa)
Kamis, 16 Oktober 2008
HARI CUCI TANGAN DENGAN SABUN SEDUNIA
Di dunia saat ini, tingkat kematian dan kesakitan masih tinggi akibat penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air, sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada saat yang penting. Oleh karena itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan tahun 2008 sebagai tahun Sanitasi Internasional.
Secara nasional, angka kesakitan akibat diare meningkat dari tahun 2003 ke tahun 2006, dari 347 per 1000 penduduk menjadi 423 per 1000 penduduk. Kejadian Luar Biasa tahun 2006 terjadi di 16 Provinsi dengan kasus lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2005, yaitu 10,980 penderita, dan angka kematian 2.52%. Sedangkan prevalensi kecacingan tahun 2006 pada anak SD, di 27 Provinsi adalah 32,6% lebih tinggi dibandingkan tahun 2005, yaitu 28.4% .
Departemen Kesehatan melalui KPS-CTPS yang salah satu mitranya adalah Unilever, melalui brand Lifebuoy, akan merayakan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Pertama (HCTPS) pada tanggal 15 Oktober 2008 di empat kota, Jakarta (Wisma Aldiron, Pancoran), Bandung (Lapangan Gasibu), Yogyakarta (Alun-alun Kota), dan Malang (Stadion Kanjuruan). Kegiatan ini akan diikuti oleh lebih dari 40,000 siswa sekolah dasar dan orang tua. UNICEF, juga merupakan salah satu mitra dalam KPS-CTPS, yang akan menyelenggarakan kegiatan serupa di 22 kabupaten, di enam propinsi. (kompas.com, Jumat, 10 Oktober 2008 | 00:24 WIB)
SDN PADASUKA MANDIRI 2 ikut berperan aktif dengan mengajarkan cara mencuci tangan memakai sabun dengan baik dan benar bersama-sama, Begitu pula sekolah lainnya di kota cimahi secara serentak melaksanakannya pada tanggal 15 Oktober 2005. Diharapkan dengan kegiatan ini siswa-siswa terbiasa berperilaku bersih untuk selalu menjaga pola hidup sehat.
Selasa, 09 September 2008
Honor Guru NonPNS Naik Rp 50 Ribu Hingga Rp 100 Ribu
Persda Network/ade
JAKARTA, TRIBUN - Pemerintah akan mengalokasikan tambahan anggaran pendidikan 2009 untuk penuntasan percepatan wajib belajar sembilan tahun untuk Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah.
Sebagai pemenuhan amanat konsitusi, anggaran pendidikan nasional mulai tahun depan dari Rp 154 triliun naik jadi Rp 224 triliun. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (9/9).
"Anggaran pendidikan lebih dari lima puluh persen akan terserap untuk anggaran wajib belajar ini," kata Bambang Sudibyo.
Menggelembungnya anggaran pendidikan ini juga sekaligus membawa berkah bagi kaum guru.
Rata-rata kesejahteraan guru dan dosen akan meningkat 14-15 persen. "Dengan itu guru PNS yang terendah pangkatnya, peningkatan kesejahteraan minimal dua juta rupiah," imbuh Bambang yang akan membuat skema teknisnya masih akan dibahas.
Guru-guru nonPNS juga akan mendapat kenaikan gaji sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Alokasi anggaran pendidikan disalurkan melalui Depdiknas, Depag, dana alokasi umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
"Guru-guru yang memenuhi persyaratan untuk mendapat tunjangan subsidi fungsional, untuk yang belum sarjana dinaikkan Rp 50 ribu per bulan. Sedangkan yang sarjana Rp 100 ribu per bulan," lanjut Bambang.
Lebih lanjut Bambang menambahkan, tambahan anggaran pendidikan bakal diberikan kepada peneliti dan perekayasa yang berada di luar Depdiknas.
"Kita akan sediakan anggarannya jadi setiap peneliti non PNS bisa melakukan penelitian dan dari situ kesejahteraannya bisa meningkat," jelas Bambang seraya memastikan persyaratan peneliti nonPNS akan dirumuskan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
"Ini karena anggarannya diambil dari Dirjen Pendidikan Tinggi," pungkasnya. Menyangkut permintaan anggaran pendidikan kedinasan yang diminta Badan Intelijen Negara (BIN) kepada Depdiknas, Bambang menegaskan, pihaknya telah menyetujui permintaan BIN.
"BIN telah melalui permintaan resmi kepada saya, dan saya setujui itu didirikan sebuah PTN, namanya sekolah tinggi inelijen negara dibawah Depdiknas, BIN ikut mensupervisi, dan mengawasi penyelenggaraan itu," jelasnya.
Bambang menambahkan, pemerintah akan menerbitkan sebuah peraturan pemerintah untuk pendidikan kedinasan sekaligus Perpres sebagai implementasinya.
"Ketentuan ini tentang bagaimana peralihan dibawah departemen, dan menjadi tunduk pada UU Sisdiknas," ungkapnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, pihaknya menerima tambahan anggaran sebesar Rp 10 triliun. Dana ini akan diberikan kepada guru madrasah, dan rehabilitasi bangunan sekolah.
"Semua guru akan mendapat tambahan tapi memang belum rinci. Nanti akan dibicarakan," ujarnya.(Persda Network/ade)
JAKARTA, TRIBUN - Pemerintah akan mengalokasikan tambahan anggaran pendidikan 2009 untuk penuntasan percepatan wajib belajar sembilan tahun untuk Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah.
Sebagai pemenuhan amanat konsitusi, anggaran pendidikan nasional mulai tahun depan dari Rp 154 triliun naik jadi Rp 224 triliun. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (9/9).
"Anggaran pendidikan lebih dari lima puluh persen akan terserap untuk anggaran wajib belajar ini," kata Bambang Sudibyo.
Menggelembungnya anggaran pendidikan ini juga sekaligus membawa berkah bagi kaum guru.
Rata-rata kesejahteraan guru dan dosen akan meningkat 14-15 persen. "Dengan itu guru PNS yang terendah pangkatnya, peningkatan kesejahteraan minimal dua juta rupiah," imbuh Bambang yang akan membuat skema teknisnya masih akan dibahas.
Guru-guru nonPNS juga akan mendapat kenaikan gaji sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Alokasi anggaran pendidikan disalurkan melalui Depdiknas, Depag, dana alokasi umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
"Guru-guru yang memenuhi persyaratan untuk mendapat tunjangan subsidi fungsional, untuk yang belum sarjana dinaikkan Rp 50 ribu per bulan. Sedangkan yang sarjana Rp 100 ribu per bulan," lanjut Bambang.
Lebih lanjut Bambang menambahkan, tambahan anggaran pendidikan bakal diberikan kepada peneliti dan perekayasa yang berada di luar Depdiknas.
"Kita akan sediakan anggarannya jadi setiap peneliti non PNS bisa melakukan penelitian dan dari situ kesejahteraannya bisa meningkat," jelas Bambang seraya memastikan persyaratan peneliti nonPNS akan dirumuskan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
"Ini karena anggarannya diambil dari Dirjen Pendidikan Tinggi," pungkasnya. Menyangkut permintaan anggaran pendidikan kedinasan yang diminta Badan Intelijen Negara (BIN) kepada Depdiknas, Bambang menegaskan, pihaknya telah menyetujui permintaan BIN.
"BIN telah melalui permintaan resmi kepada saya, dan saya setujui itu didirikan sebuah PTN, namanya sekolah tinggi inelijen negara dibawah Depdiknas, BIN ikut mensupervisi, dan mengawasi penyelenggaraan itu," jelasnya.
Bambang menambahkan, pemerintah akan menerbitkan sebuah peraturan pemerintah untuk pendidikan kedinasan sekaligus Perpres sebagai implementasinya.
"Ketentuan ini tentang bagaimana peralihan dibawah departemen, dan menjadi tunduk pada UU Sisdiknas," ungkapnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, pihaknya menerima tambahan anggaran sebesar Rp 10 triliun. Dana ini akan diberikan kepada guru madrasah, dan rehabilitasi bangunan sekolah.
"Semua guru akan mendapat tambahan tapi memang belum rinci. Nanti akan dibicarakan," ujarnya.(Persda Network/ade)
Rabu, 03 September 2008
HAPPY RAMADHAN 1429 H
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1429 H. Have a great and calm fasting............!!!